Evakuasi AirAsia

OJK Kawal Pembayaran Asuransi Korban Pesawat AirAsia QZ8501

Elisa Valenta Sari, CNN Indonesia | Senin, 05/01/2015 12:38 WIB
OJK Kawal Pembayaran Asuransi Korban Pesawat AirAsia QZ8501 Kepala Eksekutif Pengawas IKNB OJK Firdaus Djaelani, saat memeberikan keterangan pada wartawan terkait
Jakarta, CNN Indonesia -- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan mengawal pembayaran asuransi korban pesawat AirAsia QZ8501 guna memastikan proses pencairannya sesuai dengan skema dan tepat sasaran.

"Saya sudah panggil perusahaan-perusahaan asuransi. Nanti sampai pemerintah menyatakan proses evakuasi tuntas dan persoalan administrasi misalnya sudah jelas siapa ahli warisnya. Jangan sampai kita salah bayar," ujar Firdaus Djaelani, Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non-Bank OJK di kantornya, Senin 95/1).

Firdaus mengatakan pihaknya akan mendesak pihak asuransi untuk segera melakukan pembayaran klaim secepatnya setelah proses evakuasi korban selesai dilakukan. Menurutnya, perusahaan asuransi sampai saat ini masih menunggu proses evakuasi dan hasil penyelidikan kecelekaan yang resmi dari Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

"Artinya, kalau misalkan mereka (perusahaan asuransi) kan tidak mungkin langsung dibayarkan sekarang kepada yang sudah dikubur. Kalau bayar pasti harus sekaligus bareng-bareng," ujarnya.


Menurut Firdaus, sejumlah perusahaan asuransi yang bermitra dengan AirAsia antara lain PT Jasa Raharja (Persero), PT Jasindo (Persero), PT Asuransi Dayin Mitra Tbk (ASDM), dan PT Asuransi Sinar Mas.

Sejauh ini baru Allianz, perusahaan asuransi asal Jerman yang terang-terangan mengumumkan diri sebagai lead re-insurer untuk pesawat nahas AirAsia QZ8501 nahas tersebut.

Sementara Presiden Direktur PT Indonesia AirAsia Sunu Widyatmoko memastikan perusahaannya akan membayarkan ganti rugi kepada para keluarga penumpang tanpa mempedulikan apakah penumpang membeli asuransi atau tidak. Sunu juga berjanji bakal menggelontorkan dana pendidikan berupa beasiswa bagi para penumpang yang masih memiliki anak yang berusia sekolah. “Semua proses itu akan diberikan dalam komunikasi yang lebih lanjut setelah segala proses evakuasi dan pencarian selesai dilakukan,” katanya.

(ags/ags)