“Cadangan devisa enggak terlalu berpengaruh terhadap rupiah. Investor menilai data neraca transaksi berjalan lebih mencerminkan kondisi ekonomi Indonesia. Pelemahan masih mungkin terjadi,” ujar Ariston kepada CNN Indonesia, Kamis (8/1).
Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Desember 2014 tercatat sebesar US$ 111,9 miliar, naik US$ 0,8 miliar atau Rp 10,16 triliun (asumsi Rp 12.700 per dolar AS), dari posisi akhir November 2014 sebesar US$ 111,1 miliar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apalagi, lanjut Ariston, pergolakan politik di Yunani dinilai bakal turut berpengaruh terhadap kondisi ekonomi dunia. Menurutnya, jika semakin memanas, maka pasar negara berkembang bisa ditinggalkan investor dan membuat rupiah makin melemah.
“Untuk perdagangan Jumat (9/1), rupiah kemungkinan berada di level 12.600-12.770 per dollar AS,” ujar Ariston.
Pada pembukaan pasar hari ini, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sebesar Rp 12.630, menguat dibandingkan penutupan perdagangan kemarin, Kamis (8/1) di Rp 12.680 per dolar AS. (ags/gen)