Kepala Riset Mandiri Sekuritas John Rachmat mengatakan langkah pemerintah untuk menurunkan harga semen seakan-akan memberi pesan kepada investor untuk mendapatkan laba yang lebih rendah demi kebaikan negara.
”Menurut kami di Mandiri Sekuritas, hal itu juga berisiko terhadap penurunan nilai pasar saham Indonesia,” ujarnya seperti dikutip dari riset, Selasa (20/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
”Kami menurunkan target jangka pendek Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ke 5.000 dari sebelumnya 5.100 untuk Februari 2015,” ujar John.
Lebih lanjut, John menilai terdapat saham perusahaan yang diuntungkan dari pemangkasan harga semen, seperti PT Wika Beton Tbk (WTON), dan saham yang masih murah, sebanding dengan risikonya yang kecil, seperti PT Bank BTN Tbk (BBTN) dan PT Surya Citra Media Tbk (SCMA).
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengambil alih kewenangan direksi PT Semen Indonesia Tbk (Persero) dengan mengumumkan harga jual semen produksi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut sebesar Rp 3.000 per sak. Harga baru semen efektif berlaku mulai Senin (18/1) mengikuti dengan penurunan harga produksi. (Baca: Joko Widodo: Harga Semen Produksi BUMN Turun Rp 3.000 per Sak)
"Semen yang diproduksi oleh BUMN kita turun Rp 3.000 per sak," ujar Joko Widodo (Jokowi) di Istana Keprisedenan, Jumat (16/1).
Jokowi menilai dirinya merasa perlu mengumumkan langsung penurunan harga semen tersebut agar seluruh pemangku kepentingan ikut mengendalikan harga barang dan jasa pada level yang rendah.
(gir/gir)