PERUBAHAN APBN
Belanja Modal BUMN Capai Rp 300 Triliun Tahun Ini
Elisa Valenta Sari | CNN Indonesia
Selasa, 20 Jan 2015 17:04 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno menyampaikan kebutuhan belanja modal (capital expenditure/Capex) seluruh perusahaan Badan Usaha Milik Negara pada tahun ini mencapai Rp 300 triliun. Belanja modal tersebut, akan digunakan untuk merealisasikan proyek prioritas pemerintah.
Dalam rapat kerja perubahan RAPBN 2015 di ruang Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Selasa (20/1), Rini mengungkapkanh pemangkasan dividen akan dilakukan oleh pemerintah dianggap perlu.
Dengan struktur permodalan BUMN yang lebih kuat, diharapkan dapat meningkatkan pendanaan dan mampu menggenjot kinerja BUMN dalam menggarap enam agenda prioritas pemerintah, yang akan membutuhkan peran lebih perusahaan pelat merah untuk mewujudkannya.
"Keenam agenda tersebut, antara lain program pembangunan maritim, pembangunan infrastruktur, konektivitas, program ketahanan pagan, program industri pertahanan dan keamanan, serta program kemandirian ekonomi nasional," ujarnya.
Namun, kata Rini, pengurangan dividen tidak cukup. Sehingga diajukan pula Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp 48 triliun. Sebanyak 35 perusahaan plat merah akan mendapatkan PMN tersebut.
"Kami harapkan dukungan dari Banggar untuk menyetujui usulan kami," kata Rini. (ded/ded)
Dalam rapat kerja perubahan RAPBN 2015 di ruang Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Selasa (20/1), Rini mengungkapkanh pemangkasan dividen akan dilakukan oleh pemerintah dianggap perlu.
Dengan struktur permodalan BUMN yang lebih kuat, diharapkan dapat meningkatkan pendanaan dan mampu menggenjot kinerja BUMN dalam menggarap enam agenda prioritas pemerintah, yang akan membutuhkan peran lebih perusahaan pelat merah untuk mewujudkannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, kata Rini, pengurangan dividen tidak cukup. Sehingga diajukan pula Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp 48 triliun. Sebanyak 35 perusahaan plat merah akan mendapatkan PMN tersebut.
"Kami harapkan dukungan dari Banggar untuk menyetujui usulan kami," kata Rini. (ded/ded)