"Kami sangat senang realisasi investasi tahun 2014 meningkat sebesar 16,2 persen dibanding tahun 2013 yang sebesar Rp 398,6 triliun. Angka realisasi investasi tahun 2014 juga lebih besar dari target semula yang sebesar Rp 456,6 triliun" ujar Kepala BKPM Franky Sibarani di kantornya, Rabu (28/1).
Franky menjelaskan pemodal dalam negeri plaing banyak menggelontorkan modalnya ke sektor listrik, gas, dan air minum, yakni mencapai Rp 36,29 triliun. Sementara mayoritas investor asing cenderung lebih tertarik untuk merealisasikan investasinya di sektor pertambangan dengan nilai sebesar US$ 4,67 miliar.
Berdasarkan lokasi, Jawa Timur menjadi favorit investor domestik, dengan nilai PMDN sebesar Rp 38,1 triliun. Sementara untuk PMA, Jawa Barat menjadi destinasi modal asing paling besar, yakni mencapai US$ 6,6 miliar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dan untuk pertama kalinya sejak tahun 2010 Amerika Serikat tidak masuk lima besar investor luar negeri yang paling banyak melakukan investasi di Indonesia, di mana nilainya menjadi US$ 1,3 miliar di tahun 2014. Investasi asing yang paling besar masih berasal dari Singapura dengan total US$ 5,8 miliar," ujar Franky. (ags/gen)