Kepala BKPM Franky Sibarani menyebutkan tujuh perusahaan tersebut berasal dari Tiongkok, Korea Selatan, India, Jepang, dan Portugal. "Tiga dari tujuh perusahaan tersebut sudah melaksanakan komitmen dengan nilai investasi mencapai US$ 20,45 miliar. BKPM akan melakukan pendampingan agar investor yang sudah menyatakan minat ini bisa segera merealisasikan investasinya," ujar Franky melalui siaran pers, Kamis (29/1).
Menurut Franky, tiga dari tujuh investor tersebut berasal dari Tiongkok. Dua diantaranya telah menyatakan siap menanamkan investasi sampai US$ 20,45 miliar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Proses percepatan perizinan sektor listrik kita lakukan dengan menguji secara langsung SOP yang saat ini berlaku di PTSP pusat. Tentu dengan koordinasi petugas penghubung kementerian atau lembaga terkait di PTSP pusat. Setelah itu, kami fasilitasi investor listrik yang mengalami hambatan," tambah Franky.
Sepanjang 2014, BKPM mencatat penanaman modal asing senilai US$ 1,25 miliar terdiri dari 118 proyek untuk sektor listrik, gas, dan air bersih. Sedangkan untuk penanaman modal dalam negeri, investasi pada sektor listrik, gas, dan air bersih pada 2014 mencapai Rp 36,29 triliun dengan 68 proyek yang dilakukan.
Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said mengaku telah menempatkan satu orang pejabat eselon I dan staf untuk membantu penyelesaian izin investasi ketenagalistrikan di BKPM.
“Kalau dulu mengurus izin listrik harus keliling dari satu Kementerian ke Kementerian lain, nanti tinggal diselesaikan disana saja” ujar Sudirman. (gen)