Alhasil BUMN dengan bisnis inti pembuatan alat dan mesin tempur tersebut memutuskan untuk menghentikan seluruh kegiatan terkait produksi mobil listrik tersebut. Hal tersebut diungkapkan Direktur Utama Pindad Silmy Karim yang mengatakan, sejak pemerintahan berganti sudah tidak ada lagi instruksi yang jelas bagi Pindad untuk meneruskan program mobil listrik yang tidak berkembang tersebut.
"Mungkin masyarakat kita masih berfikir naik mobil dengan bahan bakar minyak (BBM) lebih bergengsi," kata Silmy saat ditemui di Jakarta, Senin (2/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mending buat produksi senjata yang jelas-jelas ada yang beli. Kendaraan itu sistemnya kompleks, menyangkut budaya di satu negara," jelasnya.
Meski demikian, Silmy mengaku Pindad masih sanggup memproduksi mobil listrik jika diperoleh dukungan yang jelas dari pemerintah. (gen)