Hal itu terungkap dalam riset PT Mandiri Sekuritas dikutip Rabu (4/2). Dalam riset tersebut dijelaskan hasil pertemuan antara Direktur Keuangan Semen Indonesia Ahyanizamman dengan tim analis Mandiri Sekuritas.
“Setelah pengumuman oleh Presiden pada 16 Januari, perseroan memotong harga eceran Rp 3 ribu per sak. Pesaing lain juga mengikuti. Semen Indonesia berencana untuk meninjau rerata harga jual pada kuartal I 2015 dan berharap untuk meningkatkannya di kuartal II 2015,” kata analis Mandiri Sekuritas Liliana S. Bambang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Pada kuartal II 2015, perusahaan berencana untuk meninjau harga lagi dan percaya bahwa mereka dapat memiliki ruang untuk menaikkan harga jika permintaan lebih baik dari ekspektasi,” bunyi riset tersebut.
“Harga dipotong kemungkinan untuk mencegah impor. Tahun lalu, impor semen mencapai 4 juta metrik ton (7 persen dari total permintaan 2014). Dengan potongan harga semen baru-baru ini, Semen Indonesia yakin akan mencegah impor yang masuk ke pasar Indonesia,” jelas riset tersebut.
Berdasarkan data yang dirilis Semen Indonesia, sepanjang tahun lalu perusahaan yang menjadi induk dari PT Semen Gresik, PT Semen Padang, dan PT Semen Tonasa tersebut berhasil menjual sebanyak 26,35 juta ton naik 3,2 persen dibandingkan penjualan 2013 sebanyak 25,53 juta ton. (gen)