"Harga semen curah tidak turun. Dilihat, ada kemungkinan untuk menaikkannya," ujar Direktur Utama SMGR Suparni setelah rapat umum pemegang saham perseroan di Jakarta, Jumat (23/1).
Suparni menjelaskan saat ini kontribusi semen curah terhadap pendapatan perseroan sebesar 30 persen. Dengan kenaikan harga, Suparni berharap akan berimbas positif terhadap neraca perseroan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Target pertumbuhan penjualan sekitar 6 hingga 7 persen tahun ini. Diharapkan sektor infrastruktur jalan dan dapat mendorong penjualan," tambahnya.
Mengenai kenaikan harga semen kantong sebesar Rp 3.000 per sak yang diumumkan langsung oleh Presiden Joko Widodo, Suparni menegaskan itu murni inisiatif perseroan. "Kami ingin mensinergikan semua perkembangan positif negeri ini seperti harga BBM yang turun. Kami ingin membagikan ini dengan pembeli dan di satu sisi kami juga melakukan efisiensi," katanya.
Suparni menambahkan SMGR dapat menyesuaikan kembali harga semen di kemudian hari tanpa harus mendapatkan persetujuan pemerintah menyesuaikan dengan permintaan pasar. "Kami ingin harga dinamis, tergantung kondisi pasar yaitu terkait biaya transportasi, bahan bakar minyak, dan listrik," tuturnya. (ags/gen)