BNI Incar US$ 40,43 Miliar Layani Transaksi Ekspor-Impor
Giras Pasopati | CNN Indonesia
Rabu, 04 Feb 2015 13:04 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) mengincar pertumbuhan volume transaksi trade finance di kisaran 25-30 persen menjadi US$ 40,43 miliar pada 2015, dari capaian 2014 sebesar US$ 31,1 miliar.
Sementara, capaian 2014 tersebut tumbuh 8,9 persen dibandingkan dengan perolehan 2013. Transaksi trade finance merupakan aktivitas perdagangan satu negara dengan negara lain seperti ekspor dan impor.
"Kami targetkan pada 2015, pertumbuhan trade finance sekitar 25-30 persen. Alasannya karena melihat tren ekonomi dan perdagangan Indonesia yang positif," ujar Direktur Tresuri dan FI BNI Suwoko Singoastro di Jakarta, Rabu (4/2).
Dia menjelaskan, kebijakan Presiden Joko Widodo yang ingin meningkatkan pembangunan infrastruktur bakal membuat perdagangan antar negara meningkat. Hal tersebut dinilai bakal meningkatkan transaksi trade finance.
Sepanjang 2014, transaksi trade finance di BNI didominasi oleh segmen korporasi meliputi sektor agrikultur (29 persen), minyak, gas dan tambang (21 persen), makanan dan minuman (17 persen), kimia (13 persen), ritel (9 persen), konstruksi (7 persen), elektro (2 persen).
"Segmen Usaha Kecil dan Menengah saat ini juga digarap oleh BNI dalam mengembangkan trade finance, terutama di sektor ritel, makanan dan minuman, serta agrikultur," kata Suwoko. (gen)
Sementara, capaian 2014 tersebut tumbuh 8,9 persen dibandingkan dengan perolehan 2013. Transaksi trade finance merupakan aktivitas perdagangan satu negara dengan negara lain seperti ekspor dan impor.
"Kami targetkan pada 2015, pertumbuhan trade finance sekitar 25-30 persen. Alasannya karena melihat tren ekonomi dan perdagangan Indonesia yang positif," ujar Direktur Tresuri dan FI BNI Suwoko Singoastro di Jakarta, Rabu (4/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sepanjang 2014, transaksi trade finance di BNI didominasi oleh segmen korporasi meliputi sektor agrikultur (29 persen), minyak, gas dan tambang (21 persen), makanan dan minuman (17 persen), kimia (13 persen), ritel (9 persen), konstruksi (7 persen), elektro (2 persen).
"Segmen Usaha Kecil dan Menengah saat ini juga digarap oleh BNI dalam mengembangkan trade finance, terutama di sektor ritel, makanan dan minuman, serta agrikultur," kata Suwoko. (gen)