“Saat ini target price ya di kisaran Rp 4 ribu per saham,” ujar Direktur Utama Adhi Karya Kiswodarmawan saat dihubungi, Rabu (4/2) malam.
Dia menjelaskan, nantinya rights issue tersebut berasal dari saham portepel (saham simpanan) perseroan. Kismodarmawan mengaku jumlah saham portepel perseroan saat ini sekitar 5 miliar, dan nantinya sekitar 30 persen bakal dilepas untuk rights issue.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menambahkan saat berkonsultasi dengan DPR, rencana rights issue Adhi Karya tidak mendapat kendala berarti. Menurutnya DPR hanya memberi nasihat agar perseroan lebih efisien dalam mengelola keuangan.
Rencananya, dana hasil rights issue digunakan untuk pembangunan mass rapid transit (MRT). Kiswodarmawan menilai dana yang dibutuhkan mencapai Rp 10 triliun. Pembangunannya bakal dilakukan dua tahap, yakni tahap pertama Cibubur-Cawang-Kuningan-Dukuh Atas-Senayan.
“Untuk konsep dari awal menyelesaikan moda transportasi publik dan properti pendukung, dari Cibubur sampai Senayan,” jelasnya.
Saham Anjlok
Pada perdagangan Rabu (4/2), saham Adhi Karya sempat merosot tajam hingga mencapai 10,26 persen atau 390 poin ke level Rp 3.410 per lembar saham. Kiswodarmawan menduga hal tersebut terjadi karena adanya kabar yang menyebutkan bahwa harga rights issue perseroan di level Rp 2.525 per saham.
“Kabar tersebut salah. Setahu saya nilai Rp 2.525 per lembar itu dari perhitungan tahun lalu,” ungkapnya. (gen)