Ia mengatakan jika pembangunan ini segera dilaksanakan, maka Pemerintah Daerah Papua akan mendapatkan bagi hasil sebesar Rp 200 miliar setiap tahunnya. Ia tetap menekankan pentingnya membangun smelter di Papua agar terciptanya nilai tambah bagi Produk Domestik Bruto Regional.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menilai selama ini ekspor mineral langsung tidak pernah secara signifikan membantu perekonomian provinsi tersebut. Sehingga ia menilai pelarangan ekspor selama tiga tahun merupakan hal yang sudah tepat.
"Karena ini dalam konteks ini ada masalah memberhentikan karyawan Freeport, tapi bagi penerimaan daerah tidak ada dampaknya sama sekali. Kalau diberhentikan ekspor tiga tahun juga tidak ada dampaknya kok," tuturnya. (ded/ded)