Kepala BKPM Franky Sibarani mengatakan minat investasi dari Negeri Ginseng tersebut paling banyak berada di sektor substitusi impor yang nilainya mencapai US$ 8,52 miliar. Sebanyak enam perusahaan telah menyatakan minat dengan lima di antaranya menyampaikan komitmen nilai investasi.
Lebih lanjut, sektor maritim membuntuti minat investasi tersebut dengan nilai US$ 4,15 miliar. Sebanyak tiga perusahaan telah menyatakan minat dengan dua di antaranya menyampaikan komitmen nilai investasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, dua perusahaan telah menyatakan minat di sektor pertanian, dan telah menyampaikan komitmen nilai investasi sebesar US$ 855 juta. Lebih lanjut, minat di sektor kelistrikan menyusul dengan nilai investasi US$ 550 juta.
“Di sektor kelistrikan ada satu perusahaan dan sudah menyampaikan komitmen investasi,” ujar Franky.
“Terhadap sektor lain-lain ada minat investasi mencapai US$ 88 juta. Sementara di industri padat karya ada minat senilai US$ 10 juta,” ungkapnya. (gen)