Wanita yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia ini mengungkapkan faktor logistik dan distribusi beras di Indonesia masih bermasalah karena kurangnya infrastruktur pendukung. Rantai pasokan (supply chain) beras di Indonesia masih panjang dan jalur distribusi masih belum efisien sehingga mempengaruhi tingginya harga beras di pasar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya Menteri Perdagangan Rachmat Gobel bersikukuh tidak akan melakukan impor beras meski harga beras kini melambung tinggi. Rahmat menginginkan Indonesia dapat segera melakukan swasembada beras.
Sebagai informasi, harga beras kualitas menengah yang awalnya Rp 9.000 per kilogram kini rata-rata sudah naik 30 persen menjadi Rp 12.000 per kilogram sedangkan untuk kualitas premium, harganya sudah mencapai Rp 15.000 per kg dari sebelumnya Rp 11.000 per kilogram di pasaran. (ded/ded)