"Seharusnya ini tidak perlu terjadi kalau musim paceklik diantisipasi. Kita kan tahu Desember, Januari, Februari itu paceklik dan baru masuk panen raya pada akhir Maret atau awal April. Operasi pasar seharusnya sudah terjadi," ujar Syamsul kepada CNN Indonesia, Selasa (24/2).
Dia menilai telat jika operasi pasar terbuka (OPT) baru dilangsungkan pada saat ini, ketika harga beras melambung tinggi. Menurutnya, kebijakan ini justru akan dimanfaatkan para spekulan mengingat minimnya pengawasan distribusi beras melalui OPT.
"Dulu waktu saya tangani PT Food Station, saya langsung ketemu Kapolda untuk mengamankan distribusi beras melalui OPT di lima wilayah. Kalau sekarang kan tidak, kita lihat orang bisa bawa beras kemana-mana tanpa dikawal," tuturnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena beras OPT itu banyak yang berminat untuk membeli. Kalau lari ke daerah wilayah lain, harus ditangkap. Karena bisa masuk lagi setekah dioplos," tuturnya.
"Waktu zaman saya, tidak sampai sebulan (sejak OPT) harga beras turun," klaim Syamsul. (ags/gen)