Sunoto, Ketua Umum Asosiasi Mebel dan Kerajinan Indonesia (Amkri), menuturkan para pelaku industri mebel telah mengungkapkan berbagai hal yang menghambat ekspor usaha kayu kepada Presiden Jokowi. Salah satu kebijakan yang selama ini menjadi ganjalan adalah kebijakan SVLK yang mewajibkan eksportir kayu dan produk kayu yang diekspor memiliki bukti legalitas kayu.
"Presiden setuju SVLK dicoret karena sampai ke pengrajin kecil akan merepotkan. Akhirnya presiden setuju SVLK tidak diberlakukan untuk mebel dan kerajinan, tapi untuk hulu," jelas Sunoto usai menghadap Jokowi di Istana Kepresidenan, Rabu (15/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Butuh Kredit
"Jumlah kreditnya tidak sama no problem, tapi aksesnya harus sama. Bahwa pengusaha besar Rp 100 miliar, pengusaha kecil dapat Rp 100 juta tidak masalah. Tapi akses how to getting the loan harus disamakan," tuturnya.
Adalah bank-bank pelat merah, kata Sunoto, selama ini terkesan memandang negatif pengusaha furniture dan kerajinan. Alhasil pelaku industri berbasis kayu kerap kesulitan untuk mendapatkan suntikan kredit dari bank-bank milik negara. (ags)