Pemerintah Akan Bangun Jaringan Kereta 13 Bandara Hingga 2019

Safyra Primadhyta, CNN Indonesia | Selasa, 10/03/2015 09:33 WIB
Pemerintah Akan Bangun Jaringan Kereta 13 Bandara Hingga 2019 Pemerintah akan mengembangkan jaringan transportasi kereta menuju 13 bandar udara dalam lima tahun ke depan.(REUTERS/Stringer)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah akan mengembangkan jaringan transportasi kereta menuju 13 bandar udara dalam lima tahun ke depan. Hal itu merupakan Rencana Strategis Perkeretaapian 2015 – 2019 yang disusun oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian (Ditjen KA) Kementerian Perhubungan.

"Bandara-bandara yang tersambung sekarang baru 2, (Bandara Baru) Jogja dan (Bandara Medan Baru) Kualanamu, berikutnya (Bandara Soekarno-Hatta) Jakarta " kata Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub Hermanto Dwiatmoko di kantornya, Senin (9/3).

Di pulau Jawa, jelas Hermanto, pemerintah akan membuka akses kereta menuju dan dari Bandara Soekarno-Hatta (Tangerang) melalui dua jalur. Jalur pertama merupakan jaringan kereta commuter sepanjang 12 km yang menghubungkan dari dan ke Stasiun Batu Ceper, Tangerang, sedangkan jalur kedua merupakan jaringan kereta ekspres yang terhubung dari dan menuju Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta.


Kemudian, pemerintah juga akan mengembangan jaringan kereta Bandara Baru Kulonprogo (Yogjakarta), Bandara Juanda (Surabaya), dan Bandara Baru Kertajati (Majalengka).

Di Sumatra, pemerintah akan meningkatkan kapasitas Bandara Kualanamu (Medan) serta mengembangkan jaringan kereta bandara di Bandara Internasional Minangkabau (Padang), Bandara Hang Nadim (Batam), dan Bandara  Sultan Mahmud Badarrudin II (Palembang).

Selain itu, pemerintah juga akan mengembangkan jaringan kereta Bandara Sultan Hasanuddin (Makassar) dan jaringan kereta bandara Syamsudin Noor (Banjarmasin).

Hermanto belum dapat menginformasikan rincian anggaran baik nominal dan komposisi sumber pembiayaan yang dibutuhkan untuk membangun jaringan-jaringan kereta bandara tersebut. Kendati demikian, konsep integrasi antara bandara dan kereta api sudah dibicarakan sekaligus diinstruksikan dengan regulator terkait, dalam hal ini Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. Dengan demikian, setiap ada pembangunan bandara baru harus memikirkan keberadaan jalur kereta api.

“Jangan sampai lupa kalau kita mengalokasikan (jaringan kereta bandara), kalau lupa nanti membangun (jaringan kereta bandaranya) susah,” ujar Hermanto. (ags/ags)