BRI, bank pelat merah yang berfokus kepada kredit mikro, khususnya bagi Usaha Kecil, Menengah dan Mikro (UMKM) merupakan salah satu ladang pembajakan manajemen oleh pemerintah. Tercatat, enam direkturnya telah dipindahkan untuk mengurusi berbagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang lain.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kelima, mantan Direktur Jaringan dan Layanan Suprajarto, kini menjabat sebagai Wakil Dirut BNI. Sementara yang terakhir, mantan Direktur Operasional Sarwono Sudarto, kini menjabat sebagai Direktur PT PLN.
Asmawi telah menjabat sebagai Direktur BRI sejak 5 September 2007. Dia memulai karir perbankan di BRI sejak 1980 dan telah menduduki berbagai jabatan manajerial. Asmawi pernah menjabat sebagai Kepala Divisi Bisnis Umum, Kepala Divisi Consumer Banking, Pemimpin Wilayah Bandung, dan Pemimpin Wilayah Denpasar.
Lebih lanjut, dari sisi akademis, Asmawi telah meraih gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Hasanuddin, Makassar pada 1979 dan Magister Manajemen dari Universitas Padjadjaran, Bandung pada 2003.
Sementara, dari jajaran Komisaris, Mustafa Abubakar santer dikabarkan bakal menduduki kursi Komisaris Utama. Alasannya, saat ini Mustafa menjabat sebagai Wakil Komisaris Utama BRI sejak 28 Maret 2012.
Dia adalah mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pada kabinet Indonesia Bersatu II. Mustafa menjabat sejak 22 Oktober 2009 sampai 19 Oktober 2011 sebelum digantikan oleh Dahlan Iskan.
Lebih lanjut, Mustafa merupakan lulusan Institut Pertanian Bogor. Mustafa diketahui juga pernah menjabat Direktur Utama Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik pada 2007-2009.
Mustafa lahir di Pidie, Aceh, pada 15 Oktober 1949. Di daerahnya, Mustafa pernah menjabat sebagai pelaksana tugas harian Gubernur Aceh sejak 19 Juli 2004 sampai 8 Februari 2007, menggantikan Azwar Abubakar. (gir/gir)