Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menjelaskan alasan diturunkannya target swasembada itu setelah pemerintah melakukan verifikasi ulang target awal tersebut. JK menjelaskan, verifikasi yang dilakukan pemerintah adalah dengan mengubah standardisasi pengukuran konsumsi rumah tangga yang dibuat Badan Pusat Statistik (BPS) dari sebelumnya 139 kilogram per tahun atau 380 gram per hari, menjadi 114 kilogram per tahun setara 312 gram per hari.
"Dengan begini target swasembada lebih cepat, karena angka secara nasional 28 juta ton beras. Pasti bisa mencapai swasembada beras di tahun ini,” kata JK di kantornya, Jakarta (20/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rinciannya, produksi beras pada Januari 2015 sebanyak 1,9 juta ton, Februari sebanyak 4 juta ton, Maret diperkirakan mencapai 7 juta ton, dan April dipercaya bisa menghasilkan 7 juta-8 juta ton beras. Sementara, konsumsi beras di masyarakat per bulan hanya mencapai 2,5 juta ton sampai 2,6 juta ton. Atau secara total hanya berjumlah 10,4 juta ton sampai April 2015.
Sebelumnya Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan untuk disebut berhasil mencapai program swasembada beras maka Indonesia harus mampu memproduksi beras minimal sebanyak 73 juta ton per tahun. Pemerintah sebelumnya sesumbar bisa mencapai target tersebut dalam waktu tiga tahun.
Mengutip data BPS, volume produksi beras nasional pada 2014 turun 0,63 persen menjadi 70,83 juta ton dibandingkan jumlah produksi 2013 sebanyak 71,28 juta ton. (gen)