Jumlah Lahan Berkurang, Produksi Padi Tahun Lalu Merosot

Elisa Valenta Sari, CNN Indonesia | Senin, 02/03/2015 15:18 WIB
BPS mengumumkan bahwa jumlah produksi padi nasional sepanjang 2014 diperkirakan mengalami penurunan sebesar 0,63 persen menjadi 70,83 juta ton. (CNNIndonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan bahwa jumlah produksi padi nasional sepanjang 2014 diperkirakan mengalami penurunan sebesar 0,63 persen menjadi 70,83 juta ton dari realisasi produksi 2013 sebanyak 71,28 juta ton.

Deputi Bidang Statistik Distribusi Barang dan Jasa BPS Sasmito Hadi Wibowo mengungkapkan penurunan jumlah produksi padi kemungkinan besar disebabkan oleh berkurangnya luas lahan panen sebanyak 41.612 hektare menjadi 13,79 juta hektare dari sebelumnya 13,83 juta hektare.

Sasmito mencatat, berkurangnya luas sawah terjadi di Pulau Jawa seluas 66.843 hektare menjadi 6,4 juta hektare dari sebelumnya 6,46 juta hektare. Kondisi tersebut mengakibatkan penambahan luas sawah di luar Pulau Jawa seluas 25.231 hektare menjadi 7,39 juta menjadi tidak berarti karena luar lahan panen secara keseluruhan berkurang.


“Akibatnya penurunan produksi padi tahun lalu terjadi di Pulau Jawa sebesar 0,83 juta ton, sedangkan produksi padi di luar Pulau Jawa mengalami kenaikan sebanyak 0,39 juta ton,” kata Sasmito di Jakarta, Senin (2/3).

Berdasarkan Provinsi, penurunan produksi padi terbesar terjadi di Jawa Tengah, Jawa Barat, Aceh, Sumatera Utara, dan Nusa Tenggara Barat.

“Sementara daerah yang naik produksinya antara lain Sulawesi Selatan, Jawa Timur, Lampung, Sulawesi Tenggara, dan Nusa Tenggara Timur,” jelasnya.

Menurut Sasmito, penurunan jumlah produksi padi pada tahun lalu memberi torehan buruk bagi produksi padi nasional yang selama tiga tahun terakhir terus mengalami peningkatan. BPS mencatat pada 2011 lalu total produksi padi nasional mencapai 65,76 juta ton, terdiri dari 34,4 juta ton hasil produksi Pulau Jawa dan 31,35 juta ton produksi hasil luar Jawa.

Pada 2012 jumlahnya naik menjadi 69,06 juta ton (36,53 juta ton hasil produksi sawah di Jawa dan 32,53 juta ton dari luar Jawa); kemudian pada 2013 total produksi meningkat jadi 71,28 juta ton (37,49 juta ton dari Jawa dan 33,79 juta ton dari luar Jawa).