Muhammad Khayam, Direktur Industri Kimia Dasar Kementerian Perindustrian mengatakan permohonan tersebut disampaikan manajemen kedua perusahaan ketika bertemu dengan Menteri Perindustrian Saleh Husin di kantornya hari ini, Kamis (26/3).
"Saat ini pembangunan pabrik karet sintetis mereka sudah tahap engineering, procurement, contract (EPC). Siap dibangun tahun ini, oleh karena itu mereka minta tax holiday dari pemerintah," ujar Khayam di Gedung Kementerian Perindustrian, Jakarta, Kamis (26/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Khayam mengatakan, Kementerian Perindustrian sampai saat ini menilai tax holiday layak diberikan kepada Michelin karena instansinya ingin perusahaan Perancis tersebut juga membangun pabrik ban di Indonesia. Tidak hanya ban untuk kebutuhan industri otomotif, tetapi juga ban yang digunakan untuk menjalankan alat berat di industri perkebunan dan pertambangan.
Menurut Khayam, ekspansi pabrik otomotif baru yang belakangan rajin di lakukan oleh Toyota, Mitsubishi, dan produsen mobil lain di Indonesia merupakan peluang yang harus dimanfaatkan oleh pelaku industri penunjang seperti ban.
"Selama ini Michelin sudah memiliki kerjasama pembelian karet sintetik sekitar 30 persen dari kapasitas produksi Gadjah Tunggal. Jadi kami minta supaya jangan hanya beli bahan baku nya saja dari Indonesia, tetapi sekalian bangun pabrik ban," katanya.
Pada 17 Juni 2013 lalu, Michelin telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) pembangunan pabrik karet sintetis dengan anak usaha Barito Pacific yaitu PT Chandra Asri Petrochemical Tbk di Cilegon, Banten.
Pabrik senilai US$ 435 juta tersebut nantinya akan dikelola oleh perusahaan patungan PT Synthetic Rubber Indonesia (SRI) dengan komposisi kepemilikan 55 persen oleh Michelin dan 45 persen sisanya oleh Chandra Asri.
Pabrik tersebut dijadwalkan mulai dibangun pada awal 2015 dan ditargetkan selesai di 2017 mendatang. Dari pabrik tersebut, SRI akan memproduksi polybutadiene rubber, neodymium catalyst, dan solution styrene butadiene rubber dengan kapasitas 120 ribu ton per tahun. Tiga jenis karet tersebut merupakan bahan pembuatan ban ramah lingkungan yang menjadi keunggulan Michelin. (ags)