Bank Mandiri Incar 250 Ribu Nasabah Baru dari Laku Pandai
Elisa Valenta Sari | CNN Indonesia
Jumat, 27 Mar 2015 04:11 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Layanan keuangan tanpa kantor atau yang biasa dikenal dengan Laku Pandai sudah resmi diluncurkan. Salah satu bank yang turut menjadi peserta Laku Pandai, PT Bank Mandiri Tbk., menargetkan pertumbuhan nasabah sebanyak 250.000 rekening sepanjang 2015.
Direktur Utama Bank Mandiri Budi Gunadi Sadikin mengatakan dengan adanya program Laku Pandai menjadi kesempatan bagi bank pelat merah itu untuk menjaring nasabah baru.
"Laku Pandai ini menjadi tongkat sejarah Bank Mandiri karena kami hanya memiliki 14 juta nasabah. Ini kesempatan kami memperoleh 50 juta hingga 100 juta nasabah dalam waktu singkat. Kami berharap nasabah konsisten aktif 1 kali transaksi seminggu," ujarnya di Gedung OJK, Kamis (26/3).
Melalui Laku Pandai, Bank Mandiri, lanjutnya, menargetkan jumlah nasabah yang bisa menjadi agen Laku Pandai hingga akhir tahun ini mencapai 9.000 agen dan 50.000 agen pada 2018.
"Kalau kita ingin program ini mencapai seluruh masyarakat Indonesia, minimal kita harus punya 300 ribu agen," ujar Budi.
Perkuat Transaksi Mobile Based
Rencananya, sepanjang 2015, Bank Mandiri berencana untuk memperkuat jaringan dan infrastruktur untuk program Laku Pandai.
Budi mengatakan dalam program Laku Pandai ini, produk yang ditawarkan adalah produk tabungan dasar atau dinamakan Tabungan Mu. Nantinya, produk ini mengandalkan transaksi via telpon genggam (mobile based) untuk melakukan transfer dan pembayaran.
Menurutnya, dengan mengandalkan transaksi mobile, biaya operasional yang dikeluarkan jauh lebih murah ketimbang harus membangun dan membuka kantor cabang baru.
“Kalau buka cabang, capital expenditure-nya Rp 1 miliar, belum lagi biaya operasionalnya satu cabang Rp 150 juta sebulan dan untuk ATM Rp 12 juta sebulan," katanya.
Rencananya, sepanjang 2015, Bank Mandiri berfokus dalam memperkuat jaringan dan infrastruktur untuk program Laku Pandai. Diharapkan 12 ribu nasabah baru terjaring di tahun ini.
"Mudah-mudahan tahun ini adalah tahun konsolidasi jaringan dan kesempatan bagus untuk memperbanyak nasabah," katanya. (gir)
Direktur Utama Bank Mandiri Budi Gunadi Sadikin mengatakan dengan adanya program Laku Pandai menjadi kesempatan bagi bank pelat merah itu untuk menjaring nasabah baru.
"Laku Pandai ini menjadi tongkat sejarah Bank Mandiri karena kami hanya memiliki 14 juta nasabah. Ini kesempatan kami memperoleh 50 juta hingga 100 juta nasabah dalam waktu singkat. Kami berharap nasabah konsisten aktif 1 kali transaksi seminggu," ujarnya di Gedung OJK, Kamis (26/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau kita ingin program ini mencapai seluruh masyarakat Indonesia, minimal kita harus punya 300 ribu agen," ujar Budi.
Rencananya, sepanjang 2015, Bank Mandiri berencana untuk memperkuat jaringan dan infrastruktur untuk program Laku Pandai.
Budi mengatakan dalam program Laku Pandai ini, produk yang ditawarkan adalah produk tabungan dasar atau dinamakan Tabungan Mu. Nantinya, produk ini mengandalkan transaksi via telpon genggam (mobile based) untuk melakukan transfer dan pembayaran.
Menurutnya, dengan mengandalkan transaksi mobile, biaya operasional yang dikeluarkan jauh lebih murah ketimbang harus membangun dan membuka kantor cabang baru.
“Kalau buka cabang, capital expenditure-nya Rp 1 miliar, belum lagi biaya operasionalnya satu cabang Rp 150 juta sebulan dan untuk ATM Rp 12 juta sebulan," katanya.
Rencananya, sepanjang 2015, Bank Mandiri berfokus dalam memperkuat jaringan dan infrastruktur untuk program Laku Pandai. Diharapkan 12 ribu nasabah baru terjaring di tahun ini.
"Mudah-mudahan tahun ini adalah tahun konsolidasi jaringan dan kesempatan bagus untuk memperbanyak nasabah," katanya. (gir)