Direktur Utama PT Nusantara Infrastructure Ramdani Basir mengemukakan bank infrastruktur diperlukan untuk dapat memberikan kebutuhan pendanaan jangka panjang dengan bunga yang relatif lebih rendah dibandingkan bunga yang ditawarkan oleh bank komersial.
“Karena cost of fund nya bank infrastruktur murah, bisa memberikan tenor jangka panjang sehingga infrastruktur itu bisa di back-up pendanaannya lebih besar lagi, ” kata Ramdani di Jakarta, Selasa (31/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keberadaan bank infrastruktur, lanjut Ramdani, akan membantu pengembang infrastruktur swasta pasalnya permodalan swasta tidak sekuat Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Kendati demikian, kinerja perusahaan swasta dianggap lebih cepat dan fleksibel karena tidak terlalu terikat aturan dibandingkan BUMN.
Sementara itu, berdasarkan estimasi Bappenas, total pendanaan yang dapat ditanggung oleh pemerintah melalui APBN maupun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) hanya sekitar 22 persen. Kebutuhan dana sisanya diharapkan dapat berasal berasal dari BUMN maupun swasta.
Badan Khusus Infrastruktur
Ramdani mengusulkan pemerintah perlu membentuk suatu badan khusus dibawah Presiden yang tugas utamanya adalah menangani masalah pembangunan infrastruktur.
“Sekarang ini koordinasi antara satu departemen dengan departemen lain kadang-kadang saling tumpang tindih, overlapping, jadi tetap harus ada suatu badan yang menangani (masalah pembangunan infrastruktur) langsung di bawah Presiden,” tutur Ramdani.
Dia mencotohkan, pada saat membangun bandara pemerintah terlambat dalam membangun jalan akses masuknya akibat kurangnya koordinasi antar kementerian.
“Oleh karena itu, harus ada suatu lembaga yang berpikir masalah infrastruktur secara keseluruhan sehingga pembangunan infrasturktur dapat terintegrasi secara keseluruhan,” ujarnya. (gen)