“It’s okay, artinya yang penting kan target tahunan kita nanti sebesar 4,5 persen plus minus 1. Itu yang paling penting,” kata Sofyan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (1/4).
Mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu menjelaskan sepanjang bulan lalu, ada beberapa kejadian yang menyebabkan inflasi setelah selama dua bulan berturut-turut Indonesia merasakan deflasi sebesar 0,24 persen di Januari dan 0,36 persen pada Februari.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sofyan menyebut deflasi yang terjadi pada Januari dan Februari 2015 sebagai tabungan, agar sampai akhir tahun nanti Indonesia tidak mengalami inflasi lebih dari 4,5 persen sesuai target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2015.
“Memang itu konsekuensi penyesuaian harga keekonomian. Masyarakat juga nanti akan terbiasa,” katanya.
Terkait tarif angkutan umum yang naik mengikuti kenaikan harga BBM, Sofyan menjelaskan kalau kebijakan penetapan tarif angkutan umum dalam kota merupakan kewenangan Pemerintah Daerah.
“Sebenarnya mereka juga sudah menaikkan tarif beberapa bulan lalu, jadi diimbau saja supaya tidak naik lagi,” ujar Sofyan. (gen)