Nilai tersebut lebih tinggi dari dividen tunai yang dibagikan perusahaan penyedia solusi bisnis berbasis teknologi dokumen, informasi dan komunikasi ini untuk tahun buku 2013 yang hanya sebesar Rp 62 per saham atau senilai Rp 83,6 miliar.
Besaran dividen tahun buku 2014 sama dengan 40 persen capaian laba bersih sebesar Rp 260,2 miliar atau meningkat 25 persen dari tahun sebelumnya. Laba ini termasuk hasil divestasi 51 persen saham PT AGIT Monitise Indonesia kepada Monitise Plc, UK yang dieksekusi Juni tahun lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Direktur Astra Graphia Wanny Wijaya menjelaskan setelah laba bersih dikurangi pembagian dividen, sebesar Rp 1,5 miliar akan dialokasikan untuk dana cadangan. "Sisanya dicatat sebagai laba ditahan perseroan untuk digunakan sebagai tambahan modal kerja dan atau investasi," ujar Wanny dalam paparan publik usai menghadiri RUPST di Jakarta, Kamis (16/4).
"Kami melihat 2015 ini adalah tahun yang challenging cuma kami masih melihat opportunity untuk bisa tumbuh double growth," ujarnya dalam kesempatan yang sama.
Sebagai informasi, pendapatan bersih konsolidasi perseroan tahun lalu mencapai Rp 2,28 triliun atau hanya meningkat 1 persen dibandingkan 2013. Hal tersebut disebabkan oleh banyaknya pekerjaan dari klien yang ditunda ataupun dibatalkan karena adanya pemilihan umum.