Dengan adanya rencana ini, Bambang mengatakan bahwa proporsi kredit produktif dari total penyaluran pembiayaan akan menjadi 44 persen, atau naik 6 persen dibanding tahun lalu yang hanya sebesar 38 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski akan menambah porsi kredit produktif, pada tahun ini kredit konsumsi masih akan tetap mendominasi proporsi pembiayaan di Bank Jatim. "Kami lakukan secara bertahap. Tapi khusus tahun ini, 20 persen dari total kredit produktif akan dialokasikan untuk kredit menengah dan korporasi dan sisanya untuk kredit usaha kecil dan mikro," ujar Bambang.
"Karena NPL di sektor kredit mikro itu 0,00 persen, jadi kami akan terus konsentrasi di pembiayaan sektor ini. Bahkan untuk tahun ini kami akan tingkatkan pembiayaan mikro menjadi Rp 1 triliun, atau naik dari angka outstanding di tahun 2014 yang sebesar Rp 264,08 miliar," ujar Hadi Sukrianto di Jakarta pada bulan lalu.
Perlu diketahui bahwa pada tahun lalu Bank Jatim berhasil menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 26,19 triliun di mana sebesar 63,8 persen pembiayaan, atau Rp 16,71 triliun merupakan kredit konsumer. Lalu pembiayaan bagi sektor komersial dengan nilai Rp 5,18 triliun atau sebesar 19,7 persen dari total pembiayaan pada tahun 2014.
(ded/ded)