“Nanti di awal 2016, sekitar bulan Januari akan kami produksi 600 ribu ton biofuel dari dua fasilitas refinery kami,” jelas Agus Purnomo, Director for Strategic Stakeholder Engagement Sinar Mas Agro di Jakarta, Senin (27/4).
Agus menjelaskan salah satu fasilitas refinery yang dimiliki perseroan berada di Marunda, Bekasi. Menurutnya produksi biodiesel menjadi langkah strategis dalam melengkapi ragam bisnis perusahaan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setuju CPO Fund
“Ada kalanya harga rendah, ada juga saat tinggi. Kalau harga rendah, maka biaya memproduksi biodiesel akan lebih mahal, tetapi ketika meninggi maka akan
CPO fund, lanjutnya, juga bisa membantu petani lokal yang independen ketika harga merugikan mereka. Nantinya dana dari CPO fund bisa dialokasikan untuk hal tersebut. Namun, dia menyatakan hal itu belum dibeberkan oleh pihak yang mengurusi proyek CPO fund.
“Intinya, kami tidak keberatan untuk dikenakan CPO fund karena itu menyangkut produksi biodiesel. Namun, saya tidak tahu untuk perusahaan yang tidak memiliki fasilitas pengolahan biodiesel,” katanya.
Dari sisi harga, dia mengakui, memang CPO fund bakal berpengaruh kepada nilai komoditas CPO yang diperkirakan akan terdongkrak. Namun, hal itu dinilainya tidak akan drastis karena saat ini tren harga masih lemah. (gen)