“Memang kinerja kuartal I kurang memuaskan karena kondisi ekonomi yang belum stabil. Namun kami masih optimis bakal membaik,” ujar Direktur Utama Astra International Prijono Sugiarto di Jakarta, Selasa (28/4).
Prijono menjelaskan, dari total belanja modal sekitar Rp 13 triliun tersebut secara konsolidasi bakal difokuskan untuk membangun infrastruktur. Sementara sekitar Rp 5 triliun bakal dikucurkan ke PT United Tractors Tbk sebagai salah satu anak usaha.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Kami masuk ke infrastruktur agar terdapat kesinambungan bisnis. Astra ikut membangun jalan tol juga, sebagai mata rantai bisnis. Properti juga masih akan berlanjut, tapi kami akan melihat landbank,” jelasnya.
"Enam sektor kami memang prioritas, tapi paling dominan United Tractors dan jasa keuangan di tahun ini. Bukan berarti industri otomotif lagi turun, sehingga jasa keuangan tidak tumbuh," kata Prijono.
Dia mengungkapkan, Astra juga masih memiliki investasi senilai hingga Rp 20 triliun yang belum menghasilkan keuntungan maksimal. Salah satunya adalah pembangunan Menara Astra yang menghabiskan dana Rp 8 triliun.
Direktur Astra International Djoko Pranoto menambahkan untuk United Tractors, dari jumlah belanja modal tersebut baru terserap sekitar 10 persen. Pasalnya anak usaha United Tractors di bidang tambang, Pama Persada masih melakukan kajian terkait pelemahan harga batubara.
“Tujuannya kan untuk Pama Persada, tetapi karena kondisi komoditas tambang sedang memburuk maka kami menahan diri dahulu,” jelasnya.