Performa Keuangan Telkom Sejalan Prediksi Konsensus

Elisa Valenta Sari | CNN Indonesia
Minggu, 03 Mei 2015 10:05 WIB
Realisasi kinerja laba bersih Telkom kuartal I 2015 mencapai 23 persen dari prediksi tahunan Mandiri Sekuritas dan konsensus di level Rp 16,5 triliun. Gedung Telkom. (CNN Indonesia/Fathiyah Dahrul)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pengamat menilai kinerja PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. (Telkom) sesuai dengan perkiraan konsensus analis dengan membukukan pendapatan sebesar Rp 23,61 triliun pada kuartal I 2015, atau tumbuh double digit di level 11,13 persen dibanding periode yang sama 2014 karena dukungan pendapatan layanan data.

Ariyanto Kurniawan, analis PT Mandiri Sekuritas mengatakan Telkom membukukan laba bersih Rp 3,8 triliun pada kuartal I 2015, tumbuh 19 persen dari kuartal sebelumnya dan 6 persen dari periode yang sama tahun lalu.

“Realisasi kinerja itu sejalan dengan prediksi tahunan Mandiri Sekuritas dan konsensus di level Rp 16,5 triliun atau 23 persen dari prediksi,” ujarnya dalam riset, dikutip Minggu (3/5).


Dia menjelaskan, pertumbuhan pendapatan kuartal I 2015 dibukukan 11 persen dari periode yang sama tahun lalu menjadi Rp 23,6 triliun, terutama didorong oleh pertumbuhan yang kuat dari data yang naik 19 persen dari periode yang sama tahun lalu, berporsi 44 persen dari total pendapatan.

Sementara itu, lanjutnya, margin operasional turun tipis menjadi 31,5 persen dari 32,6 persen pada kuartal I 2014 karena tingginya beban operasional yang 13 persen dari periode yang sama tahun lalu. Hal itu karena hasil dari beban perawatan, operasional, dan depresiasi.

“Kami memilih Telkom karena posisi yang kuat di sektor tersebut dan yield dividen yang atraktif yaitu sebesar 4 persen. Arus kas yang kuat dan neraca keuangan yang sehat akan menopang rasio belanja modal terhadap penjualan sebesar 20-25 persen dan dengan rasio yang sama sebesar 60-70 persen untuk Telkomsel,” jelas Ariyanto.

Telkom juga membukukan laba sebelum bunga, pajak, depresiasi dan amortisasi (EBITDA) Rp 12,36 triliun dengan pertumbuhan sebesar 13,9 persen. Sementara itu, Telkomsel selaku entitas anak membukukan pendapatan Rp 17,14 triliun dengan pertumbuhan pendapatan, EBITDA dan laba bersih sebesar 12,1 persen, 9,0 persen dan 11,3 persen.

Direktur Utama Telkom, Alex J. Sinaga mengatakan, pendapatan perusahaan selama di kuartal 1 tahun 2015 didominasi oleh pendapatan data, internet dan IT service yang tumbuh sebesar 27,6 persen menjadi Rp 7,06 triliun.

"Pertumbuhan pendapatan data, internet dan IT service tidak lepas dari meningkatnya mobile digital business yang mampu tumbuh sebesar 37,4 persen. Untuk bisnis cellular voice dan SMS masih menunjukkan pertumbuhan positif sebesar 5,6 persen dan 5,2 persen ," ungkap Alex di Jakarta (30/4) seperti dikutip dalam keterangan resminya.

Sementara itu, total biaya yang dikeluarkan perusahaan selama kuartal ini mengalami peningkatan 12,8 persen dari Rp 14,33 triliun menjadi Rp 16,16 triliun. Biaya operation and maintenance meningkat sebesar 20,2 persen menjadi Rp 6,23 triliun, sejalan dengan perusahaan yang tengah gencar membangun infrastruktur jaringan untuk mendukung performansi mobile business. Biaya depresiasi dan amortisasi juga mengalami peningkatan sebesar 29,1 persen menjadi Rp 5,09 triliun.

“Dari sisi operasional, jumlah pelanggan Telkomsel mengalami peningkatan 6,6 persen menjadi 141,5 juta dibandingkan periode yang sama taun lalu,” jelas Alex.

Selain itu, pada kuartal I tahun 2015 ini Telkomsel telah membangun 5.132 Base Tranceiver Station (BTS) dimana 90 persen diantaranya adalah BTS 3G dan 4G, untuk mendukung ketersedian jaringan dan perkembangan layanan 4G LTE Telkomsel yang telah hadir di lima kota di Indonesia, yaitu Jakarta, Bali, Bandung, Surabaya dan Medan.

Belanja Modal dan Strategi 2015

Untuk kuartal I tahun 2015, Telkom menggunakan Rp 4,3 triliun dari belanja modal (Capital Expenditure/Capex) dengan alokasi sebesar Rp 2,8 triliun untuk Telkomsel dan sisanya untuk Telkom dan entitas anak lainnya.

“Sebagian besar belanja modal Telkom digunakan untuk pembangunan akses dan jaringan infrastruktur telekomunikasi untuk mendukung layanan broadband,” kata Alex.

Saat ini, lanjutnya, Telkom tengah gencar membangun infrastruktur fiber optic di Kawasan Timur Indonesia yang dikenal dengan nama Sulawesi Maluku Papua Cable System (SMPCS), yang akan diresmikan pada awal Mei 2015.

Alex mengatakan, pihaknya mematok pertumbuhan di atas rata-rata industri pada 2015. Untuk itu, Telkom kembali meneruskan fokus tiga program utamanya, yaitu Telkomsel "Maintain Double Digit Growth", Indonesia Digital Network "Drive Digital Business" dan International Expansion "Stretch & Expand International Business".

(gir/gir)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER