Berdasarkan laporan keuangan perseroan yang dilansir Senin (4/5), pendapatan bersih perseroan turun menjadi US$ 352,02 juta pada kuartal I 2015 dibandingkan dengan perolehan dalam periode sama tahun sebelumnya yang sebesar US$ 459,49 juta.
Untungnya beban ikut turun menjadi US$ 349,35 juta pada kuartal I 2015, dari sebelumnya US$ 448,93 juta. Meski begitu, laba bruto turun jadi US$ 2,67 juta dari laba bruto tahun sebelumnya yang sebesar US$ 10,55 juta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari segi utang, total liabilitas Krakatau Steel mencapai US$ 1,83 miliar per Maret 2015, naik dari posisi Desember 2014 sebesar US$ 1,71 miliar. Sementara total aset per Maret 2015 mencapai US$ 2,67 miliar, naik dari total aset per Desember 2014 yang sebesar US$ 2,60 miliar.
Direktur Jenderal Basis Industri Manufaktur Kementerian Perindustrian Harjanto menuturkan dalam tambahan tarif bea masuk ini, batas bawah tarif akan dinaikkan sebesar 15 persen. “Semakin ke atas semakin tereskalasi dari produk hulu ke hilirnya,” ujar Harjanto di Jakarta, belum lama ini.
Menurutnya, kebijakan menaikkan tarif bea masuk baja dilakukan untuk meningkatkan penyerapan dan penggunaan baja produksi dalam negeri. Kemenperin menurutnya sudah menyerahkan hasil kajian peningkatan bea masuk baja impor kepada Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan. (gir/gir)