"Untuk proyeksi ekspor, sejauh ini kita tetap mengikuti target Gabungan Industri Kendaraan Bermotor (Gaikindo). Bukan hanya kondisi ekonomi yang sedang down di dalam negeri, namun juga karena menurunnya permintaan di luar negeri," ujar Direktur Pemasaran PT ADM, Amelia Chandra di Jakarta, Kamis (7/4).
Perlu diketahui bahwa pada tahun lalu, PT ADM berhasil mencatatkan ekspor sebesar 74.773 unit dengan rincian produk Toyota sebanyak 48.027 dan sisanya adalah produk Daihatsu sebanyak 26.746 unit yang terdiri dari seri Terios, GranMax T, dan GranMax D. Porsi ekspor Completely Build Up Unit (CBU) Daihatsu sendiri mencapai 14,5 persen dari total ekspor kendaraan roda empat secara keseluruhan dengan nilai 207 ribu unit pada tahun 2014.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Target ekspor kita bisa saja menurun, tapi kita harapkan bisa menjaga porsi ekspor CBU yang sama di mana kita adalah eksportir CBU kedua terbesar dengan pangsa 14,5 persen. Pada bulan Maret 2015 saja kita berhasil raih 15 persen," tuturnya.
"Sekarang pun, untuk pasar domestik kami masih menggunakan mesin Euro 2. Namun untuk ekspor kita sudah menggunakan standar Euro 4," tuturnya.
PT ADM sendiri telah memproduksi 515.256 unit kendaraan pada tahun 2014, dimana produksi merk dagang Daihatsu sendiri mencapai 185.226 unit. Ekspor PT ADM sendiri ditujukan kepada 48 negara khususnya Timur Tengah, Amerika Selatan, Amerika Tengah, dan Afrika. (gir/gir)