"Terkait nilai tukar, BI akan berkoordinasi dengan pemerintah. Kalau kami berkoordinasi artinya kami bukan diintervensi. Maaf ya, mikir pun enggak saya akan diintervensi," kata Agus dengan nada tinggi saat memberikan sambutan dalam sebuah seminar di Gedung BI Pusat, Jakarta, Jumat (8/5).
Agus menjelaskan dalam menjalankan fungsinya tersebut BI mengambil segala kebijakan berdasarkan data ekonomi. Jika dalam data tersebut memungkinkan pihaknya melakukan perubahan kebijakan. "Kalau ada data yang mungkin bisa menyebabkan kami melakukan perubahan pendirian kami akan lakukan," katanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi kami akan tetap independen. Dan mohon jangan dipelitir dan dibuat seolah-olah Indonesia sedang dalam kondisi yang buruk. Indonesia dalam keadaan baik," katanya.
Pasalnya, di tengah kondisi perekonomian Indonesia yang melemah, pemerintah sangat mengandalkan investasi dengan suku bunga yang rendah sebagai motor penggerak ekonomi.
"Sebenarnya sekarang sudah agak longgar dari tahun lalu. Ya nanti semoga pelan-pelan turun," kata Kalla usai memberikan sambutan dalam acara Institute International Finance (IIF) di Jakarta, Kamis (7/5) kemarin. (ded/ded)