“Kapasitas kursi pasti akan ditambah. Sudah kita proyeksikan Lebaran tahun ini akan lebih baik dari tahun lalu karena liburannya akan termasuk juga liburan sekolah di Lebaran (tahun ini),” kata Direktur Utama Garuda Indonesia Arif Wibowo usai menghadiri paparan publik di kantornya, Jumat (16/5).
Rute-rute mudik yang diperkirakan padat dari H-10 hingga H+10 lebaran, lanjut Arif, adalah rute-rute ke arah ke arah kota-kota besar di Jawa, Sumatera, dan Sulawesi, seperti Jogja, Solo, Semarang, Surabaya, Medan dan Makasar. Selain itu, pihaknya juga mengantisipasi kepadatan di rute-rute non-mudik seperti rute ke arah Singapura dan Denpasar (Bali) karena bersamaan dengan masa liburan sekolah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kendati demikian apabila ada rute mudik yang membutuhkan ketersedian pesawat berbadan lebar, pihaknya menyatakan sudah siap untuk menyiapkan. “Tapi nanti kita lihat di jam tertentu kalau memang seperti rute-rute arus mudik itu perlu yang wide body maka akan kita siapkan. Kita juga cukup siap juga untuk menambah itu,” ujarnya.
Terkait dengan harga tiket, Arif tidak menampik akan terjadi kenaikan. Namun demikian, kenaikan harga tersebut tidak akan melampaui koridor batas atas dari harga tiket pesawat. Menurut Arif, ketentuan kenaikan harga menjelang hari raya atau tuslah tidak berlaku di angkutan udara.
“Kenaikan harga tiket sampai batas ataslah maksimal,” ujarnya.
Sebelumnya, Direktur Pemasaran dan Penjualan Garuda Handayani telah mengungkapkan akan mengoptimalkan ketersediaan kursi yang ada pada pesawat-pesawat milik Garuda Group selama musim liburan sekolah dan lebaran.
“Kita memiliki lebih dari 2,6 juta seat available yang bisa dioptimalkan untuk destinasi destinasi selama liburan dan lebaran,” tutur Handayani kepada CNN Indonesia beberapa waktu lalu. (gir)