Direktur Utama Pelindo III Djarwo Surjanto mengungkapkan proyek yang pengerukannya dimulai sejak Mei 2014 lalu membutuhkan dana sekitar US$ 76 juta yang berasal dari kas internal perusahaan dan pinjaman modal.
Diharapkan, dengan rampungnya proyek ini daya saing Indonesia sebagai negara maritim akan meningkat, dan secara khusus dapat membuka jalur pelayaran dari pelabuhan Tanjung Perak ke negera-negara lain.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Djarwo, kondisi tersebut sangat menguntungkan, bukan hanya bagi Pelindo III tetapi juga bagi pelabuhan-pelabuhan dan industri yang ada di sekitar Pelabuhan Tanjung Perak. Pabrik pupuk PT Petrokimia Gresik, misalnya, yang tadinya hanya mampu membawa fosfat 15 ribu ton setelah ada revitalisasi alur mampu mendatangkan kapal bermuatan fosfat 60 hingga 80 ribu ton.
Tak hanya itu, kapal-kapal pengangkut peti kemas yang selama ini hanya mampu mengangkut muatan 1.500 TEUs kini dapat membawa 3.000 TEUs. Hal tersebut berdampak pada biaya logistik yang menjadi lebih efisien yang pada akhirnya akan berpengaruh pada harga jual konsumen. (gir)