Sebanyak delapan sektor menguat, dipimpin oleh sektor agribisnis yang naik 2,62 persen dan sektor aneka industri yang naik 1,75 persen. Sementara itu sektor yang melemah adalah barang konsumsi sebesar 0,06 persen, dan pertambangan 0,22 persen.
“Ya memang keputusan BI tersebut sesuai dengan ekspektasi pasar. Namun sebenarnya pasar menginginkan lebih dari hal itu, atau berharap penurunan BI rate. Untungnya BI juga mensinyalkan adanya pelonggaran likuiditas,” ujar Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia Satrio Utomo kepada CNN Indonesia, Selasa (19/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Hal tersebut diharapkan mampu melonggarkan likuiditas pasar dan membuat kondisi pasar semakin membaik. Saya harap reaksi pasar akan positif melihat hal ini,” jelasnya.
“Harga saham sudah naik sekitar dua mingguan. Tren jangka pendek masih naik tapi jangka menengah masih turun. Yang agak mengkhawatirkan terkait net sell (aksi jual bersih) investor asing,” ucapnya.
Satrio menyatakan, setelah penetapan BI rate tersebut, IHSG bakal terpengaruh sentimen bulan puasa atau Ramadan. Menurutnya, selama Ramadan, aktivitas perdagangan saham cenderung sepi. Hal itu membuat volume transaksi menurun.
“Biasanya tekanan jual sebelum puasa cukup tinggi, kemudian transaksi berangsur sepi,” jelasnya.
“Bank Indonesia juga terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah tidak saja dalam mengendalikan inflasi dan defisit transaksi berjalan, tetapi juga dalam mempercepat stimulus fiskal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi,” jelasnya.
Untuk itu, lanjutnya, Bank Indonesia mendukung upaya Pemerintah untuk mempercepat realisasi proyek-proyek infrastruktur dan melanjutkan berbagai kebijakan struktural untuk menumbuhkan optimisme pelaku ekonomi terhadap perbaikan prospek ekonomi Indonesia.
“Pemulihan ekonomi global masih berjalan tidak seimbang dengan risiko di pasar keuangan global yang masih tinggi. Pertumbuhan ekonomi diperkirakan tidak secepat perkiraan semula seiring lebih rendahnya prakiraan pertumbuhan ekonomi AS dan Tiongkok,” katanya. (gir/gir)