"Kami kan serap beras langsung dari petani atau penggiling. Jadi kami lebih tenang, beras sintetis itu tidak ada," klaim Fadzri dalam diskusi "Kejahatan Beras Sintesis" di kawasan Menteng, Jakarta, Sabtu (23/5).
Kendati demikian, lanjut Fadzri, hal tersebut tidak mengurangi kewaspadaan Bulog akan dugaan tersebarnya beras sintetis di para penjual beras.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Kementerian Perdagangan (Kemendag) menerima laporan dari masyarakat mengenai toko penjual beras plastik di wilayah Bekasi. Berbekal laporan tersebut, petugas otoritas perdagangan itu melakukan inspeksi ke sejumlah toko di Pasar Mutiara Gading Timur, Bekasi.
Selama tiga hari pemeriksaan lapangan, Direktur Jenderal Standardisasi dan Perlindungan Konsumen Kemendag Widodo mengaku belum bisa menemukan pemasok beras ilegal tersebut.
“Ketika menerjunkan tim ke lapangan, saya sebenarnya ingin secara diam-diam dulu. Tapi ternyata sudah tersebar jadi kami sulit menemukan pemasok beras tersebut. Mereka sudah pasang kuda-kuda,” ujar Widodo di Jakarta, Selasa (19/5). (eno)