Target tersebut naik 19,47 persen dibandingkan realisasi tahun sebelumnya sebesar Rp 1,53 triliun. Sedangkan pada kuartal pertama 2015, perusahaan baru mendapat marketing sales sebesar Rp 400 miliar atau 20-21,05 persen dari target tahun ini.
Manajemen perusahaan mengatakan, marketing sales akan membaik pada semester II karena ada kontrak tenant baru yang bernilai besar pada periode tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kendati kondisi marketing sales kuartal pertama yang tak mencapai seperempat dari target, namun ia memastikan kontrak besar yang disebutkannya akan berpengaruh ke marketing sales sepanjang tahun.
"Kami berharap kontrak ini benar-benar deal pada bulan Juli hingga Agustus mendatang karena kalau jadi nilainya sangat signifikan terhadap marketing sales kita. Tapi kita tak bisa sebutkan angkanya, karena masih rahasia," tambahnya.
Dengan keoptimisan tersebut, perusahaan pun juga tidak berencana untuk merevisi target pendapatan tahun ini. "Kami sangat optimistis dengan kondisi ekonomi semester II, dan kami juga sangat percaya dengan kinerja tim kami,” tegas Tondy.
Dari sisi kinerja, pendapatan dan penjualan Puradelta dan anak usahanya pada 2014 mengalami penurunan sebesar 15,7 persen menjadi Rp 1,53 triliun dari Rp 1,82 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Hal tersebut disebabkan oleh pendapatan dari penjualan lahan industri lebih kecil dibanding tahun sebelumnya.
Namun, beban perseroan menurun sehingga membuat laba bersih tumbuh 2,4 persen menjadi Rp 964,5 miliar dari Rp 941,4 miliar. (gen)