"Kita meneruskan untuk mengembangkan produk LED karena agar sesuai dengan perkembangan global yang menunjukkan adanya peningkatan permintaan pada produk ini. Mengingat lampu LED juga ramah lingkungan, maka pengembangan produk ini juga sesuai dengan nilai perusahaan kami," ujar Yoshihide Nagano, Presiden Direktur PT Panasonic Gobel Eco Solutions Sales Indonesia di Jakarta, Jumat (5/6).
Sejalan dengan strategi pengembangan tersebut, Nagano mengatakan Panasonic menargetkan penguasaan pasar LED sebesar 10 persen pada 2018. Namun, dengan pangsa pasar LED yang hanya 2 persen pada tahun lalu, Panasonic memerlukan upaya keras untuk mencapai target ambisius tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Asosiasi Industri Perlampuan Listrik Indonesia (Aperlindo) mengatakan bahwa sebanyak 80 persen kebutuhan LED dalam negeri dipenuhi oleh impor, dan 20 persen sisanya diproduksi oleh produksi domestik.
Dengan target perusahaan yang menginginkan nilai penjualan sebesar Rp 1 triliun pada tahun 2018, maka diperkirakan nilai penjualan LED bisa mencapai Rp 700 miliar tiga tahun mendatang.
Sebagai informasi, kebutuhan LED di Indonesia diprediksi mencapai 80 juta unit pada tahun 2015, atau naik dua kali lipat apabila dibanding tahun lalu yang mencapai 40 juta unit per tahun. Sedangkan produksi lampu LED di Indonesia sendiri baru diproduksi oleh empat perusahaan, yaitu PT Sinar Angkasa Rungkut, PT Panasonic Gobel Eco Solutions Sales Indonesia, PT Surya Citra Teknik Cemerlang, dan PT Sure Indonesia.
"Jadi kalau di pabrik, produksi lampu konvensional bisa diubah ke LED tanpa harus di-expand. Kita bisa turunkan produksi lampu konvensional dan meningkatkan produksi LED meskipun dilakukan di tempat yang sama. Tempat yang dibutuhkan produksi lampu LED sangat kecil, sangat ringkas, bahkan bisa sepertiga dari lampu konvensional," tutur Widyastama.