Kala itu, Samsung percaya binsis LED akan tumbuh menghasilkan 50 triliun won atau sekitar US$ 47,5 miliar pada tahun 2020. Sayangnya, prediksi itu telah direvisi dalam jangka pendek lantaran perang harga yang ketat dan munculnya pesaing dari Tiongkok.
Samsung mengatakan bahwa sementara ini bisnis LED hanya akan dioperasikan di Korea Selatan, perusahaan akan tetap bermain di industri ini dengan menawarkan komponen LED di produk konsumen, seperti televisi, lampu, senter, sampai lampu kendaraan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga: Samsung Berhenti Jual Laptop di Eropa |
Menurut laporan Reuters, perang harga komponen LED telah memangkas keuntungan para produsen walaupun permintaan LED begitu besar hingga menyingkirkan industri lampu pijar.
Beberapa laporan media melaporkan Samsung kemungkinan tertarik dengan bisnis tenaga matahari. Seorang juru bicara Samsung berkata pihaknya akan terus melakukan penelitian dan pengembangan di sektor ini.
Kesulitan dalam bisnis pencahayaan LED juga alami oleh Osram Light asal Jerman, yang pada Juli lalu berencana melakukan pemutusan hubungan kerja hampir 8.000 karyawan.
Berbeda dengan Samsung dan Osram, perusahaan Philips asal Belanda justru melepas (spin-off) bisnis pencahayaan LED untuk memperluas layanan kesehatan dan optimis mendapatkan margin keuntungan lebih tinggi.