"Nilai ekspor CPO kenapa agak turun karena harganya turun 0,6 persen terhadap April atau 26,32 persen dibandingkan Mei 2014," jelas Kepala BPS Suryamin di kantornya, Senin (15/6).
Sayangnya Suryamin tidak menyebutkan nilai ekspor riil CPO. Menurutnya, persentase penurunan ekspor CPO yang disebutnya itu mengacu pada nilai ekspor komoditas lemak dan minyak nabati yang sekitar 90 persen didominasi oleh CPO.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kendati harga dan nilai ekspor CPO anjlok, lanjut Suryamin, dari sisi volume justru naik. Pada Mei, volume ekspor CPO berkisar 2 juta ton atau tumbuh sekitar 20,78 persen.
Suryamin beharap peningkatan volume ekspor CPO akan berlanjut meski eksportir dibebani pungutan dana pengelolaan industri sawit (CPO fund). Dia meyakini pengusaha tak akan terganggu meski biaya ekspor komoditas meningkat akibat CPO fund.
"Apalagi kalau harganya membaik. Saya yakin pengusaha punya hitung-hitungan," katanya.