Karena masih penasaran dengan institusi mana yang menyebabkan dwelling time lama, Jokowi pun menggelar rapat dengan Indroyono dan Lino beserta beberapa pejabat eselon I lintas kementerian. Suasana rapat pun cukup tegang.
"Saudara sekalian, sekali lagi kami tidak ingin bicara banyak di sini, tetapi saya ingin agar pelabuhan cepat dan efisien dalam memberikan pelayanan pada pemain-pemain impor maupun ekspor," ujar Jokowi ketika membuka rapat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita seperti ini sudah lama, ada yang sehari, tiga hari, 20 hari, 25 hari. Itu yang harus diselesaikan. Entah urusan dengan karantina, Kementerian Perdagangan, saya tidak mau tahu. Saya ingin mendekati negara-negara tetangga, karena saya hitung kerugian akibat ketidakefiensian ini tidak kecil sampai Rp 780 triliun," kata Jokowi.
"Dan perlu saya sampaikan, kalau sudah sulit, bisa saja Dirjen-nya saya copot, bisa saja pelaku usaha di lapangan saya copot, bisa juga menterinya yang saya copot. Bisa saja, kalau saya kerjanya seperti itu," tegasnya.
"Karena saya 28 tahun mengurus seperti ini. Jadi kalau ada yang belum tahu, hal-hal yang seperti ini sudah menjadi makanan keseharian saya," kata dia.
Terakhir, ia berpesan, “Saya hanya ingin satu kata saja, saya minta kementerian dan lembaga, perbaiki semuanya, nanti secara detail akan saya cek di lapangan dengan cara saya sendiri,”
Jokowi lantas meninggalkan ruang rapat dan berjalan cepat menuju mobilnya yang terparkir di luar gedung. Ia pun kembali ke Kompleks Istana Kepresidenan untuk bersiap menggelar rapat terbatas (ratas). (gen)