Laporan tahunan yang merangkum data penanaman modal asing (PMA) di tiap-tiap negara berkembang di dunia tahun 2014 tersebut menunjukkan bahwa Asia bagian Timur (terdiri dari Asia Timur dan Asia Tenggara) merupakan salah satu wilayah tujuan investasi asing terbesar di dunia. Dengan PMA sebesar US$ 381 miliar dan tingkat pertumbuhan sebesar 9,6 persen, kawasan Asia bagian Timur memiliki porsi 31 persen dari seluruh PMA yang terdapat di seluruh dunia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan Indonesia sendiri mengalami kenaikan penanaman modal asing sebesar 20 persen ke angka US$ 22,6 miliar dari US$ 18,8 miliar dibanding tahun sebelumnya. Pertumbuhan investasi asing di Indonesia ini merupakan yang tertinggi kedua di Asia Timur, sedangkan dari sisi nilai PMA merupakan yang terbesar keempat.
Thailand sendiri mengalami penurunan pertumbuhan investasi sebesar 10,3 persen. Di sisi lain, Vietnam hanya berhasil membukukan investasi asing senilai 3 persen akibat kebijakan peningkatan upah minimum.
Lebih lanjut, laporan tersebut mengatakan bahwa pertumbuhan investasi asing di Indonesia paling banyak terjadi di kuartal III 2014, dimana sektor yang diminati antara lain pertambangan, transportasi dan telekomunikasi, logam, kimia dasar, serta farmasi. Di samping itu, PBB juga mencatat outlook yang bagus bagi investasi infrastruktur Indonesia akibat kebijakan pemerintah yang memperbolehkan pihak swasta untuk menggarap proyek pelabuhan dan jasa transportasi lainnya.
Selain itu, UNCTAD juga memprediksi akan banyaknya PMA sektor industri padat karya yang masuk ke Asia Tenggara akibat standar upah minimum yang lebih rendah dibanding Tiongkok. Hal ini terlihat dari PMA di sektor manufaktur Tiongkok yang menurun sebesar 33 persen dibanding tahun 2013, khususnya pada industri yang sensitif terhadap peningkatan upah buruh. (ags)