Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan KKP menargetkan pembangunan 24 techno park dalam kurun waktu lima tahun mendatang. Dengan ketentuan lokasinya berdasarkan aspek kedekatan lokasi Unit Pelaksana Teknis (UPT) KKP dengan sumber daya alam masyarakat setempat.
Menurut Susi nantinya Techno Park ini memiliki fungsi sebagai tempat pendidikan dan pelatihan para nelayan perikanan tangkap maupun perikanan budidaya yang berpotensi mendorong pengembangan bisnis baru (start up company).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pendidikan dan pelatihan ini diberikan kepada masyarakat tanpa dipungut biaya sama sekali.
Di Banyuwangi aktivitasnya akan lebih difokuskan pada sertifikasi kompetensi, budidaya ikan sidat, produksi garam, budidaya udang dan pengolahan produk. Adapun di Bitung, kegiatannya lebih difokuskan kepada sertifikasi kompetensi, perkapalan dan pengolahan produk. Sementara di Ambon, aktivitasnya lebih difokuskan pada sertifikasi kompetensi, budidaya ikan laut, pengolahan produk, permesinan perikanan dan wisata pelatihan.
Anggarkan Rp 30 Miliar
Kepala BPSDM KKP Suseno Sukoyono mengatakan dalam membangun empat tersebut KKP telah menganggarkan Rp 30 miliar dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2015. Artinya setiap membangun satu techno park membutuhkan masing-masing Rp 7,5 miliar.
Meskipun tergolong kecil, Suseno mengatakan anggaran tersebut sudah cukup untuk pengembangan kapasitas techno park untuk tahap awal.
"Kita gunakan lahan, bangunan, sarana dan prasarana yang sudah ada. Memang terkesan sedikit tapi bagi kami sebenarnya dibandingkan techno park lain yang butuh Rp 27 miliar, bagi kami Rp 7,5 miliar sudah cukup,' ujar Suseno. (gen)