Sebagai tahap awal, rencananya kredit perumahan tersebut akan disalurkan untuk pembangunan 1.000 rumah yang dikelola oleh pengusaha skala kecil mikro dan menengah (UMKM).
“Untuk seribu rumah pertama saya harapkan akan mendapatkan fasilitas subsidi bunga sehingga dapat meng-encourage UMKM-UMKM itu untuk berbisnis penyedian homestay atau pondok wisata,” tutur Arief di kantornya, Jakarta, Senin (29/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bunga Rendah
“Yang paling penting financing-nya tidak memberatkan. Pertama financing-nya dengan cara mencicil, yang penting juga affordable atau terjangkau,” ujar Arief.
Di tempat yang sama, Direktur Utama BTN Maryono menyebut program ini sebagai bentuk salah satu KPR subsidi sehingga tingkat bunganya tetap sebesar 5 persen atau sama dengan KPR subsidi. Selanjutnya, Maryono juga menyebutkan KPR subsidi ini dapat diajukan oleh pemohon yang berpenghasilan tetap maupun tidak tetap.
“Karena (pemohon) ini masuk ke dalam UMKM, pengusaha kecil menengah, maka pendapatannya bisa tidak tetap, maka inilah yang bisa kami masukkan ke dalam kelompok KPR subsidi,” ujar Maryono. (gen)