Hal itu disampaikan Heru Budihartono, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Jakarta, yang juga menjabat sebagai Komisaris Bank DKI. Menurutnya, jaminan diberikan setelah direksi bank BUMD itu bertemu dengan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"ATM itu kalau menurut saya seperti pion saat kita bermain catur. Ke depan banyak permintaan izin membangun mal, ruko, apartemen, kewajibannya tidak perlu macam-macam lah. Mau saya, kewajiban minta saja dua saja ruko untuk UKM dan Bank DKI," ujar Heru.
"Pak Gubernur concern untuk memperbaiki kinerja Bank DKI (dengan) menyuntikkan anggaran. Berikutnya, mungkin tidak bisa Bank DKI itu mengurusi pengembangan teknologi sendiri," katanya.
Zulfarshah, Sekretaris Perusahaan Bank DKI , mengungkapkan jumlah ATM Bank DKI per Mei 2015 sebanyak 321 unit. ATM-ATM itu tak hanya tersebar di Jabodetabek, tetapi juga tersedia di Surabaya, Solo, Medan, Pekanbaru, Bandung, Makassar, dan Balikpapan. (ags/ded)