Grup Lippo Bangun Data Center di Cikarang Rp 230 Miliar

Giras Pasopati, CNN Indonesia | Jumat, 03/07/2015 13:02 WIB
Grup Lippo Bangun Data Center di Cikarang Rp 230 Miliar Ilustrasi data center. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Graha Teknologi Nusantara (GTN), anak usaha PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) milik Grup Lippo menggandeng perusahaan Jepang untuk membangun data center di Lippo Cikarang dengan investasi hingga Rp 230 miliar.

Asal tahu, GTN Data Center merupakan proyek joint venture antara MLPT, Mitsui & Co Ltd (Mitsui) dan Mitsui Knowledge Industry Co Ltd (MKI). Komposisi kepemilikan saham terdiri dari 65 persen milik MLPT, 25 persen milik MKI, dan 10 persen milik Mitsui.

Dalam proyek tersebut perseroan menggandeng perusahaan asal Negeri Sakura karena data center tersebut menggunakan konsep green data center yang mengadopsi desain Jepang yang diklaim ramah lingkungan dan hemat energi.


"Nantinya data center seluas 2 ribu meter persegi dengan chapattis 8.100 rak ini diharapkan bisa beroperasi pada April 2016," ujar Richard Kartawijaya, Presiden Direktur GTN di Jakarta, Jumat (3/7).

Menurutnya, bisnis data center adalah bisnis kepercayaan, yang sangat kritikal dalam menjamin operasional tanpa gangguan. Guna memastikan layanan terbaik, Richard menyatakan telah melakukan rancang bangun dengan seksama.

"Kami juga memilih infrastruktur yang andal dan jaringan broadband berkecepatan tinggi, serta penyempurnaan pada sistem keamanan tingkat tinggi dengan tujuh lapisan keamanan," jelasnya.

Rencananya, GTN menawarkan layanan co-location/penyewaan rak, managed services, dan program inkubasi bagi perusahaan start up dengan keterbatasan sumber daya.

"Prospek GTN Data Center menjanjikan dan membuka peluang bagi perusahaan-perusahaan multinasional di Indonesia yang membutuhkan data center dengan tingkat keamanan tinggi serta konektivitas tanpa hambatan," jelasnya.

Tambah Kapasitas

Bahkan, guna mengantisipasi tingginya kebutuhan pasar, khususnya di sektor finansial dan industrial, rencananya kapasitas rak GTN Data Center akan terus ditingkatkan hingga sekitar 20 ribu rak.

"Namun, untuk rencana hingga 20 ribu rak tersebut bakal berlangsung jangka panjang sekitar 3 tahun," jelasnya.

Dari sisi kinerja induk, MLPT membukukan laba bersih sebesar Rp 22,54 miliar sepanjang kuartal I 2015. Laba bersih tersebut meningkat sebesar 29,69 persen bila dibandingkan dengan raupan pada kuartal I 2014 senilai Rp 17,38 miliar.

Pencapaian kinerja MPLT pada kuartal I 2015 tersebut didukung pertumbuhan penjualan bersih mencapai 64,89 persen menjadi Rp 543,38 miliar pada kuartal I 2015, dari penjualan pada kuartal I 2014 sebesar Rp 329,54 miliar.