Dengan skenario ideal ini, kata Velix, Kementerian PU-Pera optimistis bisa mencapai targe-target ambisus yang diamanatkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Mantan Aktivis PRD itu juga optimistis dengan skenario terbaik itu akses masyarakat terhadap air minum dan sanitasi bisa terpenuhi 100 persen pada 2019, sedangkan kawasan kumuh bisa ditekan menjadi 0 persen pada periode yang sama. Demikian pula, kebijakan pembangunan 550 ribu unit rumah susun, 50 ribu unit rumah khusus, 250 ribu unit rumah baru, maupun kebijakan 900 ribu unit Kredit Kepemilikan Rumah FLPP rumah tapak dan rumah susun.
Dengan skenario ini, Velix mengatakan kemampuan Kementerian PU-Pera dalam mengeksekusi proyek akan melemah. Menurutnya, jika dengan anggaran Rp 178,2 triliun kementeriannya bisa membangun delapan bendungan, maka dengan skenario moderat hanya empat proyek bendungan yang bisa dieksekusi.
Skenario ketiga merupakan skenario realistis yang dianggarkan oleh Kementerian Keuangan dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Anggaran yang dialokasikan oleh kedua kementerian tersebut hanya Rp 102,5 triliun atau turun 13,5 persen dari jatah tahun ini.
"Jika hanya skenario moderat Rp 126 triliun atau skenario realistis Rp102 triliun, maka ada sejumlah konsekuensi berupa penyesuaian alokasi anggaran dengan pencapaian target-target strategis," jelas Velix melalui siaran pers, Senin (6/7).
Sebagai informasi, serapan anggaran Kementerian PU-Pera selama Januari-Maret 2015 hanya Rp17,5 triliun, atau baru 14,8 persen dari total pagu Rp 118,5 triliun.
Velix Wanggai berdalih rendahnya penyerapan anggaran Kementerian PU-Pera tersebut merupakan realisasi keuangan pembayaran termin pertama atas berbagai kegiatan yang mulai dilaksanakan. Dia optimistis serapannya meningkat pada kuartal-kuartal berikutnya dan diyakini terserap 93 persen di akhir tahun.