"Penjualan Juni sendiri kemarin meningkat, tapi menjelang lebaran, melihat angka order dan realisasinya, kami perkirakan penjualan pada masa-masa Ramadhan hanya akan tumbuh 3 hingga 4 persen saja," ujar 4W Deputy Managing Director PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), Davy J. Tuilan di Jakarta, Senin (6/7) malam.
Bahkan, Davy memperkirakan penjualan mobil mendekati lebaran akan semakin mengecil. Pasalnya, perusahaan leasing mulai mengetatkan syarat-syarat pinjaman menjelang lebaran guna menghindari risiko kredit macet.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Motor Penjualan
Sebagai informasi, dari Januari hingga Mei 2015 sebanyak 12.750 unit Ertiga terjual. Angka tersebut memiliki proporsi 24,06 persen dari total keseluruhan penjualan mobil Suzuki yang sebanyak 52.985 unit pada periode tersebut.
Selain Ertiga, volume penjualan Karimun juga tergolong signifikan. Karenanya, SIS akan terus mendorong penjualan keduanya.
"Karena memang jenis Ertiga dan Karimun ini volume maker. Kita memang ingin menaikkan kompetisi di sela pelemahan penjualan mobil saat ini. Bahkan, kalau kebijakan pengurangan uang muka mobil benar-benar dilakukan, kami yakin hal tersebut bisa meng-create demand," tuturnya.
Terkait pelonggaran aturan kredit kendaraan bermotor (loan to value/LTV), Davy menilai kebijakan bank sentral ini seharusnya efektif dalam mendongkrak penjualan kendaraan. Pasalnya, 75 persen dari total penjualan mobil Suzuki menggunakan skmea kredit leasing.
Sayangnya, kata Davy, kebijakan ini baru berlaku bagi perbankan dam belum menyentuh perusahaan-perusahaan jasa leasing. Pasalnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) belum mengeluarkan petunjuk teknis kredit kendaraan bermotor untuk perusahaan-perusahaan leasing.
"Sekarang yang baru keluar kan peraturan Bank Indonesia saja, belum efektif karena belum ada juknis-nya. Dengan demikian, untuk menjaga penjualan Ertiga dan Karimun, kita akan meningkatkan pangsa pasarnya di segmennya masing-masing," tuturnya.
Hingga akhir tahun, SIS menargetkan pangsa pasar penjualan Ertiga meningkat menjadi 16,5 persen dari total penjualan Suzuki dari 15 persen pada tahun lalu. Begitu pun dengan Karimun, perusahaan menargetkan pangsa pasar 11,5 persen dari pangsa tahun lalu 10 persen.
"Kami optimis saja dengan target tersebut. Tapi dengan situasi yang terjadi sekarang, kami prediksi pasarnya hingga akhir tahun tidak akan sebagus tahun lalu," pungkas Davy.