Senior Marketing Manager Multistrada Mohammad Zain Saleh mengatakan keputusan manajemen untuk mengubah strategi tersebut akibat penjualan mobil baru menurun sepanjang tahun ini.
Zain menilai dengan masuk ke pasar roda mobil bekas dan kendaraan besar, ia berharap hal itu bisa membuat perusahaan mencapai target pertumbuhan pendapatan sebesar 15 persen tahun ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akibat pelemahan industri otomotif tersebut, kini persaingan antar produsen ban bagi kendaraan baru semakin ketat. Dengan pangsa pasar domestik Multistrada sebesar 17 persen, Zain menambahkan bahwa meningkatkan pangsa pasar sebesar 1 persen saja saat ini merupakan hal yang sulit.
"Sulit bagi kami untuk meningkatkan pangsa pasar secara signifikan. Naik 1 persen saja sudah cukup bagus, yang artinya kita ambil market share orang lain di pasar. Kini pertumbuhan penggunaan ban bagi mobil baru tidak bisa langsung melonjak, karena tak mungkin juga penjualan mobil langsung melonjak ke angka misalnya 2 juta unit," tuturnya.
Strategi Baru
Maka dari itu, menurutnya lebih baik bagi perusahaan untuk mencari strategi penjualan baru. Melalui dua strategi yang sudah disebutkan, perusahaannya optimis bisa meningkatkan pendapatan dari penggunaan ban bagi kendaraan berat.
"Memang untuk segmen ban kendaraan berat kontribusinya masih kecil terhadap revenue, yaitu di bawah 10 persen. Tapi kami optimistis pendapatan dari situ bisa bertambah besar, apalagi kini kita sudah bisa produksi ban berukuran 1.000 dan 750," tegas Zain.
Selain menjual ban di kedua segmen tersebut, Multistrada juga menggenjot pendapatan dari pelayanan purna jual. Namun sayangnya, Zain masih belum bisa memberitahu berapa besar target kontribusi layanan purna jual terhadap pendapatan perusahaan secara keseluruhan.
"Selain itu yang masih bisa kita garap adalah after market service-nya. Namun, seperti tren-tren sebelumnya, dalam menghadapi lebaran dan tahun ajaran sekolah yang baru, biasanya orang jarang mengganti ban mobil karena ada prioritas kebutuhan lain. Tapi biasanya kondisi itu akan kembali normal dengan cepat," tambahnya.
Sedangkan pada semester I tahun ini, Zain mengatakan penjualan ban secara keseluruhan mencatat angka pertumbuhan sebanyak 7 persen dibanding periode yang sama pada tahun lalu dimana pertumbuhan penjualan ekspor tercatat lebih tinggi dibanding pertumbuhan domestik.
Dengan demikian, angka penjualan ban secara keseluruhan pada semester I tahun ini diperkirakan berada di angka US$ 113,56 juta kendati belum ada laporan resmi dari perusahaan. (gen)