Peningkatan suku bunga AS, yang pertama dalam hampir satu dekade, telah mengurangi daya tarik emas bagi investor. Hal itu mendorong penjualan lebih banyak di pasar setelah 3 persen penurunan pada Senin (20/7), penurunan terbesar dalam satu hari, sejak September 2013.
Harga emas spot XAU turun 0,8 persen ke level US$ 1.092,40 per ounce pada Rabu lalu pukul 2:41 waktu New York, setelah menyentuh level terendah lima tahun di US$ 1.086,90. Sementara harga emas berjangka AS GCv1 untuk pengiriman Agustus turun US$ 12 per ounce ke level US$ 1.091,50.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita memiliki banyak kelemahan saat ini di pasar emas, dan itulah yang memberi makan sentimen bearish (negatif) yang kita lihat," kata analis Carsten Menke, Julius Baer.
"Target harga berikutnya terlihat di US$ 1.044, level rendah pada 2010, diikuti level US$ 1.006, yang merupakan level tinggi pada akhir tahun 2009. Hanya penguatan kembali di atas US$ 1.133 akan menstabilkan harga komoditas logam," ujar analis teknis di ScotiaMocatta dalam sebuah catatan.
"Investor kemungkinan akan melikuidasi posisi emas ketika dolar AS dan suku bunga AS naik dalam situasi di mana ekspektasi inflasi tetap diredam dan sentimen investor konstruktif," kata analis ABN Ambro Georgette Boele dalam sebuah catatan. (gir/gir)